Personal Affair

Yeayyy, boots idaman sudah tiba

Sempat was-was, apakah ingin dibeli atau tidak karena sepatu yang saya inginkan tersebut hanya tinggal 2 nomor ukuran yaitu 36 dan 37 (stok terbatas, warning di sebelah nomor). Sedangkan saya biasa memakai 37 atau 38 (bisa disiasati dengan kaos kaki), jadi bimbang melanda. Setelah melihat berkali-kali dalam sehari, 19 Agustus 2015, pulang kerja sekitar jam 17:30, saya putuskan untuk memesan. Esok harinya saya sudah melihat bahwa pemesanan dan pembayaran saya sudah diproses dan barang sedang di packing dan segera di kirim. Tanggal 21 Agustus 2015, produk datang dan saya puas dengan kecepatan pelayanan dan pengiriman, kualitas produk serta ketelitian kurir yang mengirim. TOP dan recomended online shop.


Sepertinya, saya sangat menyukai sepatu ini dan langsung jatuh cinta dan membayangkan menggunakannya di atas kuda, walaupun saya belum pernah naik kuda, heheeee… Saya harus mulai menyediakan kiwi super untuk memoles kulit sepatu agar tidak mudah rusak dan tergores karena sayang sekali jika sepatu bagus ini tidak bertahan lama.

Smartphone android hilang? Google Play aja…


Berawal dari seringnya kelupaan taruh hp android setelah di silent, jadi deh searching dan gak nyangka malah ketemu sharingan temen di FB. Jadi, supaya gak lupa lagi langsung aja buat tutorialnya.


Buat kamu yang juga sering silent hp dan kelupaan taruhnya, semoga bisa dilakukan sesegera mungkin tips berikut ini (setting di hp android) :

  1. Pastikan kamu sudah login di hp android kamu ke google play, hmmm, harusnya sih udah semua yah, karena kan harus download banyak games dan aplikasi yang serba gratis dan bermanfaat,
  2. Jika tanpa sengaja kamu sudah men’silent’ hp android kamu dan kelupaan letaknya, silakan buka browser dari laptop pribadi ataupun pc kantor or warnet alamat google play, login dengan alamat email yang kamu gunakan di hp android,


  3. pilih ‘Android Device Manager’, biasanya terletak di sebelah kanan atas,

  4. Nanti google akan mendeteksi jenis hp yang sudah terdaftar dengan account kamu,

  5. Pilih ‘Ring’ untuk mulai memanggil hp android kamu, dan hualah… hp android yang silent tadi berdering, dan kamu tinggal mengikuti suara deringan yang terdengar.




Seharusnya ini juga bisa berfungsi kalau-kalau hp android kita hilang atau dicuri orang lain, selama hp tersebut tetap online dan masih terdaftar dengan account google play yang sama walaupun ganti kartu. Semoga membantu…

Please, no ‘Goodbye’

This is the saddest days in my adventure life for being ‘Robin Hood’ hunted the tv series for free watching. The Project Free TV didn’t display any list for the link to download, just one words, ‘Goodbye’. For the first time, I thought that ‘under maintenance’ only, so, I have to be patient for a couple hours. 5 hours later, I’ll try again, still the same words display, and I’ll started worries. Is this happened? Is this real happened?

So, I searching with ‘Google’ help, and found first 10 link that the contents confused and faced the same things like mine. I’ll started to cry and my mind just freeze and want to know why this is happened? Something wrong? Where I must to go now? Anything I can help to get the website go live again?


Please, please, please…


Go live again, I’ve lost without you guided. Please tell me what can I do to see you go live again.

Ngangkot

Beberapa waktu yang lalu, driver di kantor tempat saya pernah kerja sedang asyik berbincang2, kebetulan saya lewat dan nimbrung perbincangan yang ternyata memang mengasyikkan tersebut.


“Ya, mba. Masa, itu cewek gak berhenti2 narik2 roknya. Yaelah, rok sependek itu biar ditarik gak bakalan bisa nutupin pahanya yang udah dipamerin itu, yang ada malah robek, malah tambah berabe kan”. Hohoho, jadi itu toh yang dibicarakan. Sangat menarik sekali! Trus, kenapa dia narik2 roknya, emang ada yang pelototin dia? “Saya ngeliatin dia, mba. Masa udah di kasih gratis gitu gak di lihat, saya masih manusiawi, walaupun itu paha gak bagus2 amat. Siapa suruh ngasih musibah ke diri sendiri” Ngakak saya jadinya.


Bener banget. Bang, kenapa itu cewek repot narik2 dan melotot ke Abang itu karena Abang bukan orang yang dia tuju. “Maksudnya, mba? Saya gak ngerti.” Begini. Saya bekerja dari pagi sampai sore di kantor ini dengan dandan biasa2 aja, itu karena tidak ada orang di kantor ini yang menarik perhatian saya, makanya santai jadinya. Nah, kemungkinan cewek itu ada orang yang dia taksir jadi semaksimal mungkin dia mau nunjukin ke itu orang, ‘ini loh gue’. Kenapa ada perempuan yang berdandan cantik di kantor, dan sopan dengan orang tertentu saja, itu karena orang itu tujuannya, goalnya. Si cewek ingin memberikan dirinya dengan memperlihatkan bagian dirinya yang diyakini akan menarik dan memikat sasaran.

Hahahaaaa. Kita semua ngakak jadinya. “Bener juga yah mba, dia melotot sama saya padahal saya gak ngorek2 rok dan isinya.” Ya, bang, saya tahu. Sering lihat kan, perempuan yang nempel banget waktu naek motor? Itu sebenarnya ada rencana terselubung, padahal tanpa perlu menempelkan dada ke punggung dan selangkangannya ke pinggul sang lelaki, perempuan itu tetap bisa duduk aman di atas motor. Sang perempuan ingin memikat sang lelaki dengan tubuhnya, dia berharap memiliki sang lelaki itu dan membuat di lelaki bertekuk lutut. Pada saat itu, tidak ada satu nasehatpun yang akan didengar, karena birahi sudah memuncak. Yang ada dipikiran hanya sentuhan dari lelaki itu, untuk membalas pelukan erat dari arah belakang. Kalau lelaki normal yang kurang beriman, pasti kebelet itu jadinya.


Pernah memperhatikan gak, kalau orang lagi pacaran kadang kok bisa mendua padahal waktu dia masih jomblo, boro2 ada yang ngelirik. “Weiikss, kenapa emangnya tuh, mba?” Karena, bang, orang yang sedang pacaran itu lebih rajin menyayangi dirinya dengan mandi lebih bersih, pakai minyak wangi, ke salon, sikat gigi, dengan harapan pacarnya senang berada didekatnya.


Nah, karena perubahan yang sangat menonjol itu, otomatis wajah orang yang sedang pacaran bahagia terlihat lebih menarik. Itulah mengapa ada yang sedang berpacaran akhirnya malah ditaksir oleh orang lain. Padahal semua itu cuma sebab akibat. “Ah, bisa aja, mba.” Beneran, bang. Untuk yang sudah berumah tangga, sang suami menjadi gendut atau kurus dan tidak menarik itu karena trik sang istri yang tidak ingin suami mendapatkan simpati wanita lain. So, kalau melihat dalam kehidupan rumah tangga kedua pasangan (suami dan istri masih PD, cantik dan tampan), itulah pasangan yang sesungguhnya jatuh cinta, uban tidak merubah mereka berdua, malah semakin membuat mereka mempesona. Loh, kok jadi melebar yah, heheheee… Tapi itu cuma menurut saya loh…

Serangan Konde

Setiap hari dan jam kerja, saya senang bertemu dan memperhatikan para jilbaber dan hijaber yang lalu lalang dan satu gerbong di commuter line yang saya naiki. Cuci mata dan menambah pengetahuan, apalagi sekarang ada TV gratis yang berisi banyak iklan dan tips di commuter line. Tips yang sering saya lihat adalah mengenakan jilbab (bukan hijab) trendy dan masa kini.


Sayangnya, di video tutorial tersebut juga mengajarkan pada jilbaber (bukan hijaber) untuk menggulung rambutnya menjadi konde dan itu sangat mengganggu di dalam gerbong. Bayangkan, dengan bentuk lekuk tubuh manusia perempuan, yang seharusnya menonjol adalah dada dibagian depan dan bokong dibagian belakang, sekarang harus ditambah dengan kepala dibagian atas. Dan tak tanggung2, tanpa merasa bersalah para konde-ers ini sering menggeleng2kan kepalanya (ada kabel headphone terlihat dibalik jilbabnya) dan menyenggol wajah orang lain yang kebetulan berada dibelakangnya.

“Loh, itukan emang nasib naik kendaraan umum, pasti ada aja kelakuan dan orang yang gak bener”. Bener juga, 100% saya setuju, karena saya menyukai jilbab dan hijab dan yang tidak saya suka adalah si pemakai jilbab (bukan hijab). “Kenapa sih dari tadi ada kalimat ‘jilbab bukan hijab’ terus?” Yah, beda dong bu dan pak. Hijab lebih kepada melindungi diri si pemakai karena benar2 menutupi dari kepala sampai kaki sedang jilbab hanya hiasan di atas kepala selayaknya topi pantai yang sering digunakan atau konde panjang yang berwarna-warni. “Hm, sok tau.” Ya, bener, daripada gak tahu tapi pura2 tahu.


Balik lagi ke kejadian konde di commuter line. Dengan ikatan yang lumayan kenceng itu, konde2 itu terus bertambah dan kalau kesenggol sedikit, sang pemilik konde menampilkan wajah asemnya selayaknya manusia tanpa konde jika menghadapi masalah. So, ternyata gak jauh berbeda dengan manusia yang memakai topi sikapnya. Sepengetahuan saya, tidak disarankan membentuk rambut saat mengenakan jilbab. “Jilbabnya kan cuma sebahu, makanya itu di sanggul”. Loh, gak ada aturan yang menghalalkan jilbab cuma sebahu. Dianjurkan jilbab menutupi tubuh bagian atas termasuk dada, dan jika memiliki bokong yang besar dan terlihat mempesona kaum adam, lebih baik lagi jilbabnya menutupi sampai bokong.

Nah, kalau jilbab sudah sampai bokong, si pemilik dengan mudah dapat mengepang atau mengikat atau menggerai rambut di dalam jilbab. “Wuiih, nanti gatal kalo gitu”. Hm, sepertinya kurang fakta kalau bilang rambut digerai di dalam jilbab bikin gatal. Sudah banyak produk untuk memperbaiki rambut berjilbab (kalau rajin merawatnya yah) dan membuat si pemakai merasa nyaman. Rambut juga tidak menyentuk kulit punggung (karena pakai baju kan) dan rapi terikat dan terbungkus jilbab.


Ini cuma uneg2 pengguna commuter line yang beberapa kali melihat si jilbab asyik bermain hp dan tidak pegangan sehingga kereta berhenti mendadak, konde dijilbabnya dengan mudah melukai orang lain. “Wah, berlebihan, muka kena konde berdarah2, gitu?” Busyet, bu, pinter amat ngomongnya, tapi kok masih jadi pegawai yah. Kalau mau terus dibicarakan, pasti tidak ada hentinya karena sifat asli manusia yang tidak bisa menerima kritikan baik secara manusiawi ataupun hewani. So, saudariku seiman dan seagama dan senegara, tampilan dirimu bisa melukai orang lain (termasuk minyak wangi berlebihan), toleransilah seperti yang sedang kamu lakukan sekarang untuk menuju kebaikan (mengenakan jilbab).

CS vs Kurir

Kisah ini di mulai dari mendengar keluh kesah rekan kerja di kantor yang sedang mengurus ‘Bank Garansi dengan surat keberatan dari Bea Cukai’ via Bank Mandiri cabang Ruko Roxy Mas. Beberapa kali dikeluhkan CS Bank Mandiri yang melayani sangat kurang ajar, tidak profesional dan tidak membantu. Kantor saya mendapatkan bantuan dari vendor untuk mengurus ‘Bank Garansi’ tapi tidak dibantu dengan baik oleh CS Bank Mandiri. CS seakan-akan meremehkan dan menyuruh-nyuruh apa yang harus dilakukan oleh vendor.


Saat keluh kesah berlanjut di kantor, saya nyeletuk ‘Komplain aja langsung, atau lewat online’. Dan teman saya menjawab ‘Kasihan, dia cuma pegawai, nanti kenapa-napa lagi, di mutasi atau di pecat’. Wah, baik sekali, dalam hati saya. Tapi mulut saya ingin mengingatkan rekan saya itu untuk kejadian lainnya, yang berkenaan dengan Kurir Galon Air Mineral. Apa hubungannya??? Haahahaaa, maaf, maaf. Saya jelaskan sekarang. Pernah ada kejadian yang menurut saya agak kelewat batas yang dilakukan rekan kerja saya, dan sekarang terbalik 90″ dari kejadian lalu.


Rekan kantor saya tersebut memesan galon air mineral untuk minum karyawan kantor. Pada saat kurir mengirimnya, ada kesalahpahaman, karena galon tidak dinaikkan ke kantor kami (lantai 4) dan rekan saya meminta kurir untuk mengangkatnya keatas. Saya tidak jelas apa yang dikatakan atau raut muka kurir, karena lain ruangan dengan rekan kerja saya itu. Jadi cuma menguping, dan itu tidak disengaja, karena ruang kantor yang terbatas.


Rekan saya itu lantas menelpon kantor pengiriman galon air mineral tersebut dan melaporkan kejadian dan melakukan komplain terhadap kurir tersebut. ‘Maaf, ini yang ngirim galon sekarang ke kantor saya, besok saya gak mau lagi orangnya ngantar kemari, saya mau ganti kurir lain saja’, kira-kira begitu yang rekan kerja saya ucapkan. Wah, saya merasa kasihan sekali kepada kurir tersebut. Dengan penghasilan dan pekerjaan biasa-biasa saja, dia mudah sekali mendapat kesusahan. Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena waktu kejadian itu saya anak baru di kantor, jadi tidak bisa mem-bercandakan suasana tersebut.


Makanya saya jadi bingung, kenapa CS Bank Mandiri yang jelas-jelas lebih menyusahkan dan kurang ajar (sampai menyuruh orang vendor – Bapak Yudi untuk menemui Bapak Hartono – pejabat Bea Cukai) tapi bisa dimaafkan dan tidak diajukan komplain terhadapnya, tapi malah kurir yang kerjanya hanya mengantar air galon langsung di ultimatum? Dan tetap sama, saat kejadian itu saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat rekan saya itu mengeluh, ada staf lain di sana (dan ikut mengasihani sang CS Bank Mandiri) dan saya tidak tega mengingatkan rekan kerja saya atas perbuatannya yang tidak berprikemanusiaan dan tidak berperasaan waktu sebelumnya, lebih-lebih terhadap orang kecil.

Hutang, bikin pusing!

Kejadian ini berulang kali menghampiri. Bukan! Bukan saya berhutang kepada orang lain. Keluarga mengajarkan, sesusah apapun kita, cobalah untuk tidak meminjam apalagi dengan alasan tidak jelas (alasan jelas seperti masuk UGD, TPU, atau LP).


Dan akhirnya, saya mencoba untuk tidak terlalu sering berhutang kepada siapapun jika ketiga alasan jelas tersebut diatas tidak dialami. Misal, jika tidak punya ongkos pulang kerja, saya akan jalan kaki ke rumah, syukur-syukur ketemu temen yang punya motor jadi bisa bonceng. Makan siang di kantor tidak ada uang, saya pasti berdalih sedang berpuasa untuk diet. Berhutang untuk menutupi gengsi atau alasan untuk membantu orang tua sama sekali bukan style saya.


Saya tidak mengerti dengan beberapa kenalan yang di beri kepercayaan untuk meminjam, tapi dengan leluasa masih bisa menunjukkan muka ceria dan seperti lupa akan kewajibannya jika detik itu juga ada malaikat maut yang menghampiri. Dan celakanya lagi, jika berhutang pasti diam-diam, sehingga jika sudah ‘dijemput oleh malaikat maut’, yang meminjamkan uang gigit jari karena tidak tahu harus meminta bayaran ke siapa.

Kalau saya berhutang (saya lagi mengkhayal), saya pasti tidak bisa tenang atau tertawa setiap melihat si kreditur. Melihat wajahnya (orang yang menolong saya memberi uang pinjaman) serasa melihat neraka, walaupun si kreditur sudah melakukan kebaikan kepada saya. Dan jika sampai berhutangpun, gajian tidak akan (pura-pura) lupa untuk membayar. Dan jika ditagih, dengan gengsi tinggi, memasang muka merah (entah marah atau malu) dan akhirnya perkenalan yang biasa-biasa saja itu berubah menjadi pertemuan yang sama sekali biasa.


Pernah suatu ketika karena saya sudah marah (telepon dan sms tidak dibalas dengan alasan hp rusak) , si debitur malah ikutan marah (lebih galakan dia, gak tahu terima kasih, udah gak di kasih bunga persen tuh uang). Dan apesnya, si debitur biasanya adalah orang yang memiliki tingkah laku baik, ramah, sehingga orang-orang seperti saya tidak enak hati untuk berkata ‘tidak‘ untuk membantunya. Dan pada saat kreditur marah, si debitur akan mendapatkan simpati dari orang lain (sebagai orang teraniaya yang sedang ditagih) dan akhirnya si krediturlah yang menjadi jahat di mata banyak orang. Kenapa bisa begitu yah?! Keanehan manusia yang selalu terulang dibelahan dunia manapun.

Akhirnya saya sadar dan mengambil kesimpulan dengan yakin bahwa ‘jika orang yang kamu kenal berusaha meminjam uang dengan secara sembunyi-sembunyi kepadamu, mereka tidak berniat berteman dengan dirimu melainkan mencoba untuk memanfaatkanmu dan membuatmu jelek di mata orang lain’. Lain kali jika ada yang ingin berhutang kepada saya, 2 hal ini yang akan saya tanyakan kepadanya :

  1. kapan akan mampu untuk membayarnya?
  2. apakah kamu tipe orang yang harus diingatkan untuk membayar (ditagih) atau orang yang sadar akan kewajibannya?

Ada kejadian yang tidak akan pernah terlupakan. Rekan kerja di kantor daerah Ruko Roxy Mas Jakarta. meminjam uang sebesar 500 ribu 10-15 hari sebelum hari pernikahannya, yaitu sekitar tanggal 18-20 an (pinjaman ke 1). Gajian adalah setiap tanggal 25, saya berpikir utang itu akan dibayarnya pas gajian tapi ternyata lewat dan dengan cerianya menikah pada awal bulan. Nasib apes, di bayar gajian berikutnya. Pada bulan yang seharunya bayar, rekan itu malah membawa brosur MLM, dan mau tidak mau saya ikut membeli produknya jadi pembayaran utang tidak full…

Setelah di bayar (dikurangi pembelian produk), 2 minggu kemudian dia berhutang lagi, dan saya kasih lagi (500 ribu, pinjaman ke 2). Rekan tersebut memberi laporan bahwa ATMnya tidak mengeluarkan struk jadi dia tidak bisa kasih bukti bahwa sudah di transfer. Saya cek mutasi via IB, dan tidak ada transferan masuk. Rekan kerja itu ngotot bahwa saldonya sudah terpotong dan saya menyarankan dia untuk melihat mutasi rekening dan mengecek kembali. Tapi rekan itu beralasan tidak membawa buku tabungan untuk di cetak. Dengan tidak sabar, saya menyuruhnya dafta internet banking supaya gak perlu bawa buku tabungan terus2an, dan ternyata memang tidak ada transferan masuk ke rekening saya, dan mau tidak mau rekan itu harus membayar utangnya ke saya karena sudah gajian.

Bulan berikutnya rekan tersebut berniat berhutang lagi (500 ribu, pinjaman ke 3), tapi saat ini saya tidak kasih. Bulan berikutnya niat itu hadir kembali (500 ribu, pinjaman ke 4) dan saya tidak kasih. Sejak saat itu, saya tidak berusaha untuk mengobrol dengannya dan kelompoknya. Ternyata dengan naifnya rekan tukang hutang itu sudah membuat saya tidak betah di kantor tersebut dengan tingkah lakunya, Dan alhamdulillah saya keluar dari kantor tersebut dan kembali ke kantor lama serta dapat kesempatan jalan2 ke Beijing. What a wonderful life….

Duhai kenalanku, tidak ada maksud hatiku ingin menghapusmu dari daftar kenalanku, ingatlah jumlah uang yang kau pinjam tertera dengan jelas di wajahku setiapku melihatmu. Sadarlah akan kewajibanmu, sebelum akhirat menjemputmu. Jika sudah diakhirat, tagihan akan lebih menyakitkan. Bukannya tidak mau mengikhlaskan dan mendapatkan pahala, tapi kalau setiap kejadian harus diikhlaskan, mungkin saya akan menjadi malaikat yang suci hatinya. Amin…

Alhamdulillah, Jamsostek cair

Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga. Setelah bekerja dan mendapat potongan setiap bulan untuk jamsostek, akhirnya bisa di ambil walaupun melalui proses berliku.


Pertama mencoba mencairkan di BPJS Ketenagakerjaan dekat ITC Depok. Setelah menunggu lama, sekitar 1 jam, gagal karena kurang dokumen dari perusahaan sebelumnya (kalau selama masa 5 tahun kepesertaan dengan 2 perusahaan yang berbeda harus menyertakan surat dari keduanya), dan keanggotaan belum di non-aktifkan oleh perusahaan terakhir. Keluar dari kantor BPJS dan mendapat pengetahuan dari Security yang bertugas, bahwa pengambilan juga harus melewati masa tenggang 1 bulan dari 5 tahun kepesertaan. Maksudnya, jika kepesertaan saya September 2009 maka baru bisa di ambil setelah 5 tahun + 1 bulan sebagai masa tenggang, yaitu Oktober 2014.


Ok, satu persatu diurus. Menghubungi kantor terakhir dan meminta agar di non-aktifkan, dan karena kebaikan mereka, hanya 1 hari sudah beres. Trims Mba Rika dan Wella dari Metalogic, kalian sangat profesional dan tidak menyusahkan hal yang memang sederhana untuk dilakukan secepat kilat.


Yang kedua, harus menyertakan surat pengalaman kerja dari kantor kedua terakhir. Hmmm, ini agak susah, karena kantor saya sudah berganti nama dan tempat beroperasi. Akhirnya, googling kesana kemari dan menemukan beberapa orang dapat menyerahkan hanya dari kantor terakhir. Dan sebagai usaha berikutnya melakukan panggilan telepon ke Jamsostek dan menanyakan hal tersebut. Dan di sini juga mengalami kendala, CS yang tidak bisa menghitung membuat semakin cemas. CS bilang bahwa saya bisa mengambil bulan Nopember 2014, padahal jelas-jelas di BPJS Depok sudah bisa hanya kurang dokumen saja. Saya tidak mau berdebat panjang, karena hanya akan mengurangi pulsa lebih banyak.

Setelah di non-aktifkan, saya mendapatkan surat tugas dari perusahaan kedua (bukan surat pengalaman kerja), dan berbekal itu saya berangkat ke daerah Gatot Subroto, menara Jamsostek. Masuk dan menuju lantai 2, saya menyerahkan dokumen untuk diperiksa. Setelah selesai tahap pemeriksaan pertama dan mendapat nomor antrian (473). Lumayan lama menunggu sambil melihat petugas yang melayani dan keadaan.

Akhirnya, tiba giliran saya. Dokumen diperiksa, ditanyakan tentang surat keterangan dari perusahaan kedua, dan saya menjawab dengan jujur dan memberikan surat tugas yang masih tersisa, petugas dengan sigap men-cap semua dokumen dan menyiapkan lembar bukti untuk saya. Tidak beberapa lama, saya mendapat kabar bahwa dana saya akan ditransfer, maksimal 1 minggu, dan dokumen asli seperti KTP, KK, dan buku tabungan dikembalikan.

Serasa tak percaya, diberikan kemudahan dalam pengurusan kali ini. Terima kasih kepada Bapak Petugas yang mempermudah urusan orang lain, dan saya berdoa agar semua urusan Bapak Petugas juga di permudah di kemudian hari. Terima kasih.

Scroll Up